Ged a Widget
gambar

Minggu, 13 Januari 2013

Perbedaan Antara Ekonomi Makro Dan Ekonomi Mikro

Perbedaan Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro - Buka Mata. Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia di dalam memenuhi kebutuhannya yang relatif tidak terbatas dengan menggunakan sumber daya yang terbatas & masing-masing sumber daya memiliki alternatif penggunaan. Ilmu ekonomi secara garis besar dapat dibedakankan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro.


A. Ekonomi Makro

Ekonomi makro merupakan ilmu tentang ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang memengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan sebagai analisis target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.

Ilmu ekonomi makro mempelajari hal-hal sebagai berikut :

  • Sejauh mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Jika seluruh sumber daya telah dimanfaatkan, maka keadaan seperti ini disebut full employment. Sebaliknya jika masih ada sumber daya yang belum dimanfaatkan, berarti perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran
  • Sejauh mana perekonomian dalam keadaan yang stabil khususnya stabilitas di bidang moneter. Jika nilai uang cenderung turun dalam jangka panjang maka  terjadi yang disebut inflasi. Sebaliknya jika terjadi nilai uang cenderung naik terjadi deflasi.
  • Sejauh mana perekonomian mengalami pertumbuhan yang  disertai dengan distribusi pendapatan yang membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan.

Contoh  ekonomi makro :

Inflasi
Inflasi adalah masalah yang dihadapi oleh negara yang dikaitkan dengan adanya kenaikan harga, karena harga merupakan indikator awal penentu terjadinya inflasi. Inflasi sendiri merupakan keadaan dimana terdapat kecenderungan kenaikan harga-harga secara umum dan terus menerus.

Akibat dari inflasi :
  • Mengakibatkan redistribusi pendapatan di antara anggota masyarakat.
  • Menyebabkan penurunan efisiensi ekonomi.
  • Menyebabkan perubahan output dan kesempatan kerja dalam masyarakat.

Kebijakan yang biasa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menaikkan suku bunga di bank agar orang mau menyimpan uang di bank, hal ini dimaksudkan supaya dapat mengurangi jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga inflasi akan turun. Dampak inflasi yang sangat jelas kita rasakan adalah kenaikan harga secara terus menerus yang ada di pasar.

Pendapatan Nasional

Ukuran keberhasilan perekonomian suatu negara antara lain adalah pendapatan nasional. Definisi pendapatan nasional sendiri ada 3 yaitu
  • jumlah barang-barang jasa yang diproduksi suatu negara pada periode tertentu.
  • jumlah balas dan jasa dari faktor-faktor produksi dalam periode tertentu
  • jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan

Perhitungan  pendapatan nasional dapat diakukan melalui tiga pendekatan yaitu:
  • pendekatan produksi
  • pendekatan pengeluaran
  • pendekatan pendapatan.

Pertumbuhan ekonomi
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, namun juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input di bagai sektor perekonomian seperti di dalam lembaga pengetahuan.

B. Ekonomi Mikro

Ilmu ekonomi mikro merupakan cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen & perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti mengenai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintan atas barang dan jasa yang akan menentukan harga, dan bagaimana harga menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, maka akan terbentuk keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama.

Contoh ekonomi mikro :

Investasi
Investasi lazimnya disebut dengan penanaman modal. Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan para penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang modal dan perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian



Penawaran
Penawaran (supply) adalah jumlah barang dan jasa yang akan dijual (ditawarkan) pada tingkat harga tertentu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
  • harga barang itu sendiri, karena semakin tinggi harga barang/jasa maka jumlah penawaran akan makin meningkat.
  • teknologi produksi. Tingkat kemajuan teknologi mempengaruhi penawaran
  • munculnya produsen baru. Kemunculan produsen baru di pasar akan menambah jumlah barang yang akan ditawarkan
  • harga faktor-faktor produksi. Naik dan turunnya harga faktor produksi akan mempengaruhi jumlah penawaran
  • harapan atau ekspektasi produsen.

Hukum penawaran yang berlaku pada keadaan ceteris paribus, semakin rendah harga barang, maka semakin sedikit juga jumlah barang yang akan ditawarkan, begitu juga sebaliknya.

Permintaan
Permintaan (demand) mencerminkan jumlah produk barang/jasa yang ingin dibeli dengan jumlah dan harga tertentu. Permintaan sendiri memiliki beberapa bentuk yaitu:
  • permintaan efektif : permintaan yang didukung dengan daya beli dan keinginan.
  • permintaan potensial : permintaan yang didukung dengan daya beli hanya saja belum melaksanakan pembelian.
  • permintaan absurd : permintaan yang tidak didukung dengan daya beli.

Faktor  yang mempengaruhi permintaan yaitu
  • harga barang itu sendiri
  • selera
  • pendapatan
  • jumlah penduduk
  • harapan atau ekspektasi
  • harga barang lain yang berhubungan..
Bunyi hukum permintaan : jumlah barang atau jasa yang diminta akan bertambah jika harga turun dan akan berkurang jika harga naik pada periode tertentu, ceteris paribus.

1 komentar:

  1. Terimakasih atas informasinya, sangat membantu.
    salam kenal dari saya mahasiswa fakultas Ekonomi :)

    BalasHapus